Film Silariang: Dramatis dan Mengaduk Emosi

Film Silariang.
Rame sekali waktu nonton di hari pertama. Sesak. Bahkan saya dan teman saya harus duduk terpisah. Cuman yang saya heran, kok ada anak-anak diajak nonton ini film. Sangat disayangkan sebenarnya, karena film ini khusus untuk umur 17 tahun keatas.

Mungkin diantara orang-orang yang membawa anak kecil itu, berfikir kalau ini film sama dengan Film Uang Panai. Saya katakan tidak sama. Film Silariang sendiri lebih dramatis dan mengaduk emosi. Banyak dari kaum bu ibu yang nangis.

Film ini mengangkat budaya Bugis, Makassar dari pertiswa klasik masalah sosial yang memang sering terjadi di kalangan masyarakat Makassar. Pada film ini bercerita tentang kawin lari atau disebut ‘Silariang’.

Inti kisahnya masih seputar drama romantis dua sejoli yang harus menempuh berbagai aral  rintang dalam menggapai dan mempertahankan cinta mereka. Dua buah keluarga bertikai karena peristiwa ‘Silariang’ (kawin lari). Supaya lebih jelas macam mana ceritanya, nih sinopsinya yang saya kutip dari http://theatersatu.com/ . Tapi sebelumnya, lihat dulu Trailernya :


Takdir, garis nasib tak bisa ditolak. Seperti juga takdir Cia (Dinda Surbakti) dan Ali (Jeyhan Kler). Pasangan sejoli ini menghadapi jalan terjal dalam menggapai cinta mereka. Remuk, rapuh mempertahankan kisah kasih yang dipenuhi cerita dendam masa silam.

Cerita berawal dari sebuah keluarga Petta Lolo (Zulkifli Gani Ottoh) dan istrinya, diperankan Ika KDI yang sedang bersiap menuju ke pesta pernikahan. Rencana ke pesta batal karena mereka mendapati putrinya kaku tak bernyawa di kamarnya. Si putri bunuh diri karena sakit hati kekasihnya menikah dengan perempuan lain. Tragisnya, kekasih sang putri adalah kerabat yang hendak dihadiri hajatannya oleh Petta Lolo.

Tahun berganti, Cia juga putri Petta Lolo, tumbuh dewasa. Ia jatuh cinta kepada seorang pemuda bernama Ali. Ketika cinta sudah begitu dalam, barulah Cia mengetahui bahwa Ali adalah saudara dari perempuan yang bunuh diri karena ulah kakaknya.

Hubungan ini pun semakin rumit. Tak ada restu dari kedua keluarga. Beruntung Cia dan Ali memiliki sahabat-sahabat yang setia. Ada Ati (Nur Fadillah), Rio (Ikram Noer), dan Mamak Ramlah (Husen) yang selalu memberi nasehat dan dukungan. Toh tetap saja jalan pintas dipilih Cia dan Ali. Mereka kawin lari atau disebut juga silariang.

Mengetahui putrinya silariang bersama Ali, Daeng Mariolo (Syahriar Tato) berang. Keluarga Daeng Mariolo sepakat untuk mencari keduanya. Siri harus ditegakkan.

Bagaimana akhir perjalanan cinta Ali dan Cia? Akankah keduanya membayar semua dendam masa lalu demi harga diri? Saksikan film ini di bioskop kesayangan Anda mulai 2 Maret 2017.

Judul Film: Silariang (Menggapai Keabadian Cinta), Durasi : 90 Menit, Jenis Film : Drama, Produser : Hendra Sirajuddin, Zulkifli Gani Ottoh, Sutradara : Rere Art2tonic, Penulis : Rere Art2tonic, Produksi : Paramedia, 786 Production, Pemain: Ikram Noer, Nurfadillah Naifah, Cahya Arynagara, Ika Kdi, Husen, Dinda Surbakti, Jeyhan Kler.


***

Tumming dan Abu versi FIlm Silariang
Kesuksesan film Uang Panai, tidak lepas dari perannya Tumming dan Abu. Lawakan segarnya, membuat film ini mengalir dengan penuh tawa. Dalam film Silariang ini, kita tidak akan menjumpai mereka. Karena memang tidak diikutsertakan.

Tapi jangki’ khawatir cika’. Film Silariang ini ada juga humornya. Tumming dan Abu, memang tidak ada. Tapi di film ini, ada Mama Ramlah, yang siap mengocok perut  kalian. Jika kalian tidak keberatan, kepoin deh instagram Mama Ramlah di @Mama_Ramlah. Atau langsung saja nonton, mumpung masih tayang. Dan saya tidak bertanggung jawab jika kalian tidak menyaksikannya segera karena film ini akan di upload di youtube tahun 2019. Begitu kata sutradaranya.

Well, sebagai penutup, saya ingin mengutip kata-kata dari film ini:
Tidak ada berkah dalam cinta, tanpa restu orang tua

Ebid Salam
Samarinda, 06 Februari 2017